Total Tayangan Halaman

Rabu, 06 Oktober 2010

SEJARAH PENAMAAN KAMPUNG DI JOGJA

Sejumlah kampung di Yogyakarta ternyata memiliki keunikan karena proses penamaannya yang hampir seragam. Ada kampung yang namanya didasarkan pada profesi yang banyak ditekuni warganya, golongan kerabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit. Kampung-kampung itu berdasarkan letaknya bisa dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu Jeron Beteng (kawasan dalam kompleks Kraton Yogyakarta) dan Jaba Beteng (kawasan di luar kompleks kraton Yogyakarta).
Kampung di wilayah Jeron Beteng umumnya dinamai berdasarkan keahlian abdi dalemnya, sebab kampung-kampung itu dulu merupakan tempat tinggal abdi dalem yang sehari-hari menangani urusan rumah tangga kraton. Berjalan ke timur dari Alun-Alun Utara dan berbelok ke kanan memasuki Plengkung Wijilan, anda akan menemui kampung Mantrigawen, Gamelan, Namburan, dan Siliran. Bila berjalan sampai ke Alun-alun Kidul, anda juga akan menemukan kampung Nagan dan Patehan.
Nama Mantrigawen diambil karena warganya merupakan abdi dalem kepala pegawai, sementara nama Gamelan diambil karena warganya bermatapencaharian sebagai pembuat tapal kuda. Siliran merupakan tempat tinggal abdi dalem Silir yang bertugas menyalakan lampu penerangan dan Namburan ditinggali abdi dalem yang bertugas membunyikan gamelan. Patehan adalah rumah abdi dalem pembuat teh sedangkan Nagan adalah kediaman penabuh gamelan Jawa.
Menuju kawasan Jaba Beteng, anda bisa menjumpai kampung-kampung yang ditinggali hamba istana lainnya, seperti pengurus administrasi, prajurit, pengrajin, kaum profesional dan bangsawan lainnya. Beberapa kampung yang bisa dijumpai  adalah Keparakan,Pajeksan, Jlagran, Dagen, Gandekan, Gowongan, Wirobrajan, Patangpuluhan, Prawirotaman, Mantrijeron dan Bugisan. Mengelilinginya dari utara ke selatan lebih mudah sebab persebaran kampung itu mulai dari Tugu hingga Panggung Krapyak.
Nama Pajeksan diambil karena kawasan itu didiami jaksa,Keparakan karena merupakan tempat tinggal abdi keparak kiwo dan tengen, sementara Dagen diambil karena dulu merupakan tempat tinggal tukang kayu. Gowongan merupakan tempat tinggal tukang bangunan sedangkan Jlagran didiami tukang batu. Kampung lain seperti Prawirotaman, Mantrijeron, Bugisan, Wirobrajan, Patangpuluhan serta Jogokrayan adalah kediaman prajurit pasukan Prawirotomo, Mantrijero, Wirobrojo, Bugis, Patangpuluh, dan Jogokaryo.
Seiring perkembangan dan makin pluralnya penduduk kota Yogyakarta, mulai tahun 1900-an bermunculan pula kampung-kampung lain di Jaba Beteng. Umumnya, kampung-kampung terbagi berdasarkan etnisnya sehingga dinamai berdasarkan etnis yang mendominasi. Beberapa kampung yang bisa dikunjungi antara lain Kranggan, Pecinan, Sayidan, Menduran, Loji Kecil, Kotabaru, dan Sagan. Selain sebagai tempat tinggal, kampung-kampung itu juga berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi.
Kampung Kranggan yang terletak di utara Tugu dan Pecinan yang terletak di selatan Malioboro dulu didiami oleh orang-orang Cina. Kampung Sayidan menjadi tempat tinggal orang-orang Arab sementara Menduran ditinggali oleh orang-orang Madura. Keturunan Eropa yang umumnya merupakan orang Belanda tinggal di wilayah Loji Kecil yang terletak di dekat Benteng Vredeburg, Kotabaru yang terletak di timur laut Malioboro, dan Sagan yang ada di dekat Jalan Solo.
Merasakan atmosfer kampung itu dan meluangkan waktu sejenak untuk berinteraksi dengan warganya, anda akan tahu lebih banyak tentang sejarah penamaan kampung dan kondisi Yogyakarta di masa lampau. Anda mungkin juga akan bertanya -tanya sebab kondisi beberapa kampung sudah tak menunjukkan keseseuaian dengan namanya. Meski demikian, banyak perubahan yang menyebabkan kampung itu justru semakin menarik untuk dikunjungi.
Kampung Prawirotaman misalnya, meski bukan lagi kediaman prajurit namun kini semakin ramai karena terdapat banyak penginapan serta penjual souvenir khas Yogyakarta. Kampung Sayidan malah makin terkenal karena kini menjadi salah satu pusat aktivitas musisi jalanan di kota Yogyakarta. Kranggan masih memiliki pesona berupa pasar tradisional yang menjual makanan segar sedangkan kawasan dekat Siliran kini diramaikan dengan adanya mural di dinding pembatas rumah dan jalan.
Jejak kejayaan masa lalu di beberapa kampung itu juga masih bisa dilacak. Kawasan Loji Kecil dan Kotabaru memiliki bangunan bernuansa indies sebagai bukti bahwa dulu banyak didiami orang Eropa. Beberapa toko di Pecinan (kini dinamai Jalan Jendral Ahmad Yani) hingga kini masih berdiri sehingga bisa menjadi saksi kejayaan pedagang Cina masa lampau. Kampung-kampung Jeron Beteng menyimpan bangunan-bangunan khas Jawa yang menjadi kediaman abdi dalem.

Menulis adalah anugerah.

Menulis adalah berbagi. Ya, berbagi pemikiran, berbagi kisah, berbagi pengalaman hidup.Dengan menulis, saya mendapatkan sahabat, teman-teman yang berhati baik. Lalu kenikmatan tersendiri ketika ada orang yang mengucapkan terimakasih atas tulisan saya yang membuatnya terkesan.
Belum lagi, kedahsyatan efek menulis bagi perbaikan diri. Menulis adalah terapi jiwa yang sungguh dahsyat. Lega hati saya setelah menulis, bahkan saya juga menjadi bisa mengukur diri. Setelah membaca tulisan sendiri, saya merenung apakah saya ini kuat atau lemah? Disitulah saya menemukan harta karun bahwa saya memang perlu selalu untuk memperbaiki diri dan tak mengulangi kesalahan yang sama di masa datang.
Menulis adalah proses mengabadikan,Mengabadikan apa? Apa yang bisa diabadikan lewat sebuah tulisan? Banyak sekali. Ada ide, gagasan, pikiran, visi, rencana, mimpi-mimpi, goals, kisah, cerita, berita, ilmu pengetahuan, hidup dan kehidupan.Mengapa diabadikan? Karena kita manusia memiliki otak yang terbatas, manusia dengan kadar ingatan juga terbatas, manusia dengan kadar kealpaan yang tetap mengancam. Sementara ide, gagasan dan seterusnya itu, tidak mungkin diwadahi apalagi diabadikan di dalam otak kita sendiri.
Dan proses menulis sangat berkaitan dengan membaca,tak ada orang yang bisa menulis tanpa membaca,kalau tidak pernah membaca mana pernah punya keinginan untuk menulis.
Menulis juga merupakan sebuah latihan dalam kehidupan,yang tidak menulis pun juga bisa mendapatkan latihan dalam hal apapun,tapi biasanya tidak teratur,kurang teruji logikanya.Banyak hal dalam hidup yang kita pikirkan,menulisa salah satu sarana untuk melatih macam-macam hal,ingatan,sensitifitas.Semuanya adalah hal yang jelas penting dalam hidup.
Secara umum,menulis juga baik untuk kesehatan,paling tidak kesehatan jiwa,kita bisa mengekspresikan diri kita dalam bentuk tulisan,tidak memendam apa-apa.Apa yang kita kemukakan kita tulis,apabila tulisan itu bisa membuat lebih baik kepada orang lain,atau paling tidak terhadap diri sendiri.Karena dalam tulisan ada kemungkinan untuk melihat pemahaman-pemahaman baru,pengalaman-pengalaman baru.
Tidak ada yang muluk-muluk dalam hal menulis,seperti kita belajar naik sepeda saja,lama kelamaan pasti bisa dan tidak akan pernah lupa seumur hidup kita.

SEKARANG NAMANYA GALI ATAU PREMAN.

Sekarang namanya gali atau preman,pada masa pemerintahan Sultan HB V(1828-1855) mereka disebut benggol,tepatnya benggol kecu.Pemerintah kolonial Belanda menamainya kecupartij.Masih ada julukan lain yaitu brandhal dan durjana.Di Batavia ada centheng,di Banten ada jawara,di Jawa Timur ada bromocorah.
Dan pada masa revolusi,para bajingan ini dikerahkan pasukan RI untuk melawan agresi Belanda.Siapa mengira para bajingan ini yang membuat para ibu menjentik mulut anak yang mengucapkannya,yang kotor,tak sopan dan tidak beradab,pada suatu waktu pernah mempunyai nama besar tak kalah dari para pangeran dan jendral.
Tersebutlah misalnya pada masa HB V,di kawasan selatan yogyakarta,yang dikenal dengan nama Penthung Pinanggul,kaum kecu yang siap sedia menghadapi lawan dengan tongkat yang dipanggulnya dan dipukulkan kepada siapa yang berani melawan.Gobang Kinosek menunjukkan betapa tajamnya pisau besar utk merajang tembakau yang sudah diasah untuk lawan,Kandhang Jinongkeng yang besar dan beratnya seperti kandang kerbau,dan Dhadhung Sinedhel,yang berarti tali besar utk mengikat sapi dan kerbau,tapi kali ini berfungsi untuk mengikat lawannya.Memang ada latar belakang historis,kenapa para bandit ini bisa eksis secara sosial dan politis.                                                                                                                                                    Dalam hal Pulau Jawa,semuanya dimulai dari politik tanam paksa(cultuurstelsel) yang dimulai pemerintah kolonial Belanda lewat Gubernur Jendral Van Den Bosch(1830-1833).Ketika sudah dihapus sistem itu membuat pemerintah kolonial Belanda meraup untung 800 juta gulden,tapi para petani Jawa terlanjur miskin,sementara pola tradisional raja-kawula yang tergantung pada harmoni terlanjur rusak.Semula sawah digarap dengan semangat pengabdian,namun Belanda mengubah sebagian sawah menjadi lahan perkebunan tebu dan tembakau demi perdagangan internasional.Alam menjadi pabrik yang efektif,petani tak punya ruang,penguasa tak mampu melindungi,malah bekerjasama sehingga menjadi ular berkepala dua.
Tak aneh jika sejak pertengahan abad XIX sampai awal abad XX,maraklah apa yang disebut social banditry.Mula-mula memang merupakan kriminalitas biasa,baru di tingkat colong jupuk.Namun ketika sasarannya sampai ke orang-orang yang dibenci rakyat antara lain kepala desa,pedagang cina,sampai tuan tanah partikelir Belanda,para bandit ini mendapat simpati dan lama kelamaan malah menjadi pahlawan.Kemudian lama-lama ada yang bergerak atas nama rakyat dan ada juga atas nama agama atau kata lain mesianistas.
Semua ini masih berlangsung walaupun Belanda sudah menjalankan politik liberal(1870-1900) dan bahkan sampai politik etis(1900-1942),karena dalam prakteknya,siapa sih yang tidak mau dengan keuntungan di depan mata.Perlawanan muncul dalam bentuk perampokan dan pembakaran.
Koran Mataram edisi 24 November 1893,menyebutkan perkecuan setiap malam terjadi di Yogyakarta dikarenakan karena kurangnya polisi.Laporan Kolonial Belanda menyebutkan bahwa antara tahun 1925-1926,terjadi peristiwa pembakaran perkebunan sebanyak 371,dan banyak peristiwa serupa di kota-kota lain di Jawa antara lain Probolinggo,Pasuruan,dan lain-lain.Penurunan terjadi karena kegiatan politik dan perlawanan para petani disalurkan  dalam partai politik antara lain Syariat Islam.
Perbanditan makin radikal jika pemerintah makin kuat melakukan tekanan dan makin lahap menelan lahan milik petani.Bahkan bandit berdasi asal kota yang beroperasi masa kini,yang mencatut nama petani,sebenarnya adalah para kapitalis yang masih tetap ingin mendapatkan keuntungan di pedesaan apapun caranya.Dan pedesaan dijadikan lahan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya,meskipun bandit gaya baru ini terjadi pada masa sesudah kemerdekaan.


















Selasa, 05 Oktober 2010

BERPIKIR DAN BERTINDAK OUT OF THE BOX:DUNIA MEMBERI APA YANG KITA FOKUSKAN

“Out of The Box”. Berfikir di luar kotak (Thinking outside the box), yaitu suatu cara berfikir diluar kebiasaan umumnya,atau berbeda dalam memecahkan suatu permasalahan atau dalam menghadapi kondisi-kondisi baru.

Sekarang istilah ini menyebar secara luas,termasuk digunakan di dalam dunia bisnis dan marketing, pendidikan dan manajerial sehingga orang memandang perlu tahu istilah ini untuk diterapkan dan diujicoba dalam usahanya untuk mewujudkan inovasi - inovasi produk, langkah langkah bisnis dan strategy manajemen yang akan diambil. 

Untuk mengetahui cara fikir diluar kotak selayaknya kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud berfikir didalam kotak (Thinking inside the box), cara berfikir jenis ini artinya kita menerima status quo, kita berfikir secara umum normal dan rutin ,orang yang hanya membatasi dirinya dalam berfikir “inside the box” akan menemukan suatu kesulitan dalam membedakan “suatu kualitas ide”, ide adalah ide, solusi adalah solusi, mereka sangat jarang menginvestasikan waktunya untuk memikirkan “a great solution“. 

Mereka juga percaya bahwa setiap masalah hanya memerlukan satu solusi, merumukan lebih dari satu kemungkinan alternatif solusi hanyalah buang-buang waktu, apakah lagi bila untuk mencari terobosan-terobosan.”There is no time for creative solution, we just need the solution“.

Menurut beberapa ahli, ada beberapa hal yang harus kita miliki untuk dapat berpikir Thinking out side the box diantaranya :

1. Keinginan untuk mengambil ide-ide dan ekspektasi baru dari hari ke hari, berdasarkan perkembangan informasi dan kondisi kekinian. 
2. Berfokus pada nilai dalam menemukan ide -ide baru dan bertindak sesuai dengan ide-ide tersebut. 
3.Terbuka pada sesuatu yang berbeda dan melakukan sesuatu dengan cara berbeda. 
4. Berusaha menciptakan nilai dengan cara -cara baru. 
5. Menerima segala bentuk informasi yang berkembang untuk kemudian disaring.
6 Mendukung dan menghormati pihak lain ketika mereka mengungkapkan ide - ide barunya.
Pernah baca tokoh-tokoh yang berhasil? Sebut saja satu persatu: Ray Kroch (McDonald), Jack Welch (GE), Bill Gates dan Lee Iacoca (masih ada yang belum tahu?). Semua mencapai keberhasilan masing-masing dengan berfikir dan bertindak secara out of the box.
Ketika orang-orang lain sesama penjual pengocok susu hanya berfikir menjual produk sebanyak mungkin, Ray Kroch justru melihat kecepatan, keramahan dan kebersihan yang ditunjukkan oleh restoran kecil yang dimiliki oleh McDonald bersaudara dapat ditonjolkan lebih luas ke banyak tempat di Amerika Serikat.
Begitu pula dua kakak beradik McDonald, ketika mereka berhenti mengatakan bahwa mereka telah cukup dengan hasil yang mereka terima sampai saat itu dan menerima tawaran Ray Kroch untuk mengembangkan McDonald maka mereka tengah berfikir out of the box. Setiap dollar yang mengalir ke McDonald yang dikembangkan oleh Ray Kroch juga berarti mengalir sebagian ke kocek mereka berdua.
Tetapi andai Ray Kroch hanya berfikir untuk menjual pengocok susu ke berbagai pelosok Amerika Serikat, paling-paling dia menjadi top salesman untuk produk pengocok susu. Bukan menjadi pengembang bisnis yang didengar setiap kata yang dia ucapkan. Siapa yang akan kenal quick-service-cleanliness-value?

Apa sih pengertian kreatif itu? Dalam ukuran seseorang, kreatif mencerminkan kemampuan atau kecakapan yang ada dalam diri seseorang. Lebih jauh, tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan dalam ukuran proses, kreatif mencerminkan sebuah proses atau kemampuan yang mencerminkan keluwesan (fleksibititas), dan keaslian dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengembangkan suatu gagasan.

Kita sebagai manusia memang mendambakan keteraturan. Kita senang dengan segala sesuatu yang rutin, yang terencana yang bisa diperkirakan. Sehingga segala sesuatu menjadi nyaman dijalankan. Irama kerja dapat kita atur dengan leluasa, dan kita dapat menikmati hidup secara lebih mengesankan.
Namun apa mau dikata, “Perubahan” selalu terjadi setiap saat. Bahkan seorang pntar menyatakan bahwa “Hanya satu yang kekal di dunia ini, yakni Perubahan”. Artinya, perubahan itu selalu ada dan terus menerus terjadi, tidak bisa kita pungkiri, dan tidak bisa kita hindari.
''Dunia memberi apa yang kita fokuskan".

Plesetan:Kritikan Dadi Gojlokan.

Plesetan bukanlah sekadar humor atau lawakan. Ia adalah sisi lain dari politik negara terhadap bahasa nasional yang telah begitu lama menjelajah dalam kehidupan sehari-hari warga biasa. Dalam plesetan, kita akan menemukan cara pandang rakyat biasa terhadap persoalan sosial politik di sekitarnya, yang mereka ungkapkan dalam bentuk permainan bahasa. 
Segala hal yang berbau plesetan pernah sangat populer pada pertengahan tahun 1990-an, tahun-tahun ketika isu politik—khususnya isu tentang suksesi—mulai memanas, tahun-tahun menjelang jatuhnya sebuah rezim, juga di wilayah bahasa. Beberapa tayangan humor dan lawak yang ditayangkan di televisi tak lagi mengandalkan slapstick, melainkan mulai menggunakan gaya plesetan. Pada saat itu, tentu saja yang banyak menjadi sasaran plesetan adalah isu-isu politik, meski ini dilakukan dengan begitu kabur dan diam-diam. Jadinya, dalam plesetan ini kita dapat menemui ungkapan ketidakpuasan dan frustasi masyarakat terhadap kekuasaan yang sifatnya sangat menonjol.
 Plesetan menjadi semacam peradaban yang berkembang luas dalam masyarakat Jogja.Hubungan antara plesetan sebagai subkultur dan Jawa sebagai kultur,dapat dianalogikan sebagai hubungan antara hubungan sosial masyarakat dan subkulturnya yang beraneka ragam,Karena hubungannya yang demikian, maka untuk memahami hakikat  plesetan Jogja, tidaklah mungkin melepaskannya dari sosiologisme humor masyarakat Jawa.
Manusia Jawa memiliki mekanisme unik dalam merespons ketidakadilan sistem sosial dan ekonomi yang silih berganti diproduksi berbagai penguasa yang ada.Semuanya itu kemudian menjadi bentuk oposisi simbolik yang bersifat kultural dalam masyarakat Jawa. Humor bisa jadi adalah manifestasi dari kenyataan pahit atas ketidakadilan yang dalam banyak kasus justru bisa sangat kronis keadaannya. Bahkan plesetan secara halus merupakan bentuk perlawanan secara simbolik.
Kemahiran orang Jogja bermain dalam plesetan antara lain disebabkan karena budaya mereka yang senang berdebat,senang tampil unik(out of the box),dan kesenangan suatu komunitas yang senang mengobrol dan humor.
Selain itu ada karakter2 khas yang yang selama ini merupakan karakter orang Jawa,orang Jawa adalah orang yang tidak suka konfrontatif,tidak suka berterus terang dan mengutamakan harmoni.Jika tidak suka akan sesuatu,orang Jawa cenderung menyampaikannya dengan cara halus,menghindari konflik dan mengutamakan harmoni.Karena itu biasanya kritik disampaikan dengan "cara yang halus",dan humor adalah salah satu alat yang efektif.
Plesetan Jogja yang kritis juga disebabkan hadirnya beragam mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Para mahasiswa menjadi genesis sendiri dalam gerakan sosial di Jogja. Mereka bukan warga Jogja, tetapi secara substansial, mereka selalu memperjuangkan hak-hak masyarakatJogja. Mereka telah menjadi metamorfosis yang telah menyatu dalam denyut nadi Jogja. Mereka menuangkan plesetan  melalui media graffiti di tembok jembatan hingga kamar kecil, kaos oblong politik karikatur, dan lainya. Simbol perlawanan lewat plesetan yang disuarakan mahasiswa bukan sekadar untuk mengkritik kebijakan lokal Jogja, bahkan sampai tingkat nasional sekalipun tak luput dari kritik mereka.
 Bahkan, mahasiswa luar ini memerlukan kemampuan untuk bisa bermain plesetan agar dapat diterima di kalangan mahasiswa “tuan rumah”. Tanpa mengetahui arti kata-kata yang terlontar selama permainan plesetan berlangsung, seseorang tidak akan dapat masuk ke dalam suasana akrab yang tercipta,kemahiran dalam plesetan kemudian menjadi salah satu modal yang penting bagi masyarakat Jawa dan para pendatang untuk tetap menjaga kedekatan dan keakraban satu sama lain.
Plesetan dan humor lainnya ternyata bukan sekedar ngguyu (tawa), melainkan sebuah simbol melawan atas segala sesuatu di luar kita,yang kadang-kadang tidak dapat kita jawab,apapun bentuknya.





Senin, 04 Oktober 2010

NASIHAT SANG JENDRAL ITU


Inilah Nasehat Jendral Sudirman untuk para tentara.

1. Jogjakarta, 12 Nopember 1945

Tentara hanya mempunyai kewajiban satu, ialah mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keselamatannya, sudah cukup kalau tentara teguh memegang kewajiban ini, lagi pula sebagai tentara, disiplin harus dipegang teguh.

Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga.

2. Jogjakarta, 1 Januari 1946

Tentara bukan merupakan suatu golongan diluar masyarakat, bukan suatu kasta yg berdiri diatas masyarakat, tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.

3. Jogjakarta, 17 Pebruari 1946

Kami tentara Republik Indonesia akan timbul dan tenggelam bersama negara.

4. Jogjakarta, 25 Mei 1946

Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah penghabisan.

5. Jogjakarta, 27 Nopember 1946

Karena kewajiban kamulah untuk tetap pada pendirian semula, mempertahankan dan mengorbankan jiwa untuk kedaulatan negara dan bangsa kita seluruhnya.

6. Jogjakarta, 5 Oktober 1949

Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai tni dikuasai oleh partai politik manapun juga.

Ingatlah, bahwa prajurit kita bukan prajurit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya, kita masuk dalam tentara, karena keinsyafan jiwa dan sedia berkorban bagi bangsa dan negara.

7. Jogjakarta, Januari 1948

Bahwa kemerdekaan satu negara, yang didirikan diatas timbunan runtuhan ribuan jiwa-harta-benda dari rakyat dan bangsanya, tidak akan dapat dilenyapkan oleh manusia siapapun juga.

8. Jogjakarta, 17 Agustus 1948

Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi.

9. Jagjakarta, 1 Agustus 1949

Bahwa satu-satunya hak milik nasional/republik yang masih utuh tidak berubah-ubah, meskipun harus mengalami segala macam soal dan perubahan, hanyalah angkatan perang Republik Indonesia (Tentara Nasional Indonesia)

10. Jogjakarta, 4 Oktober 1949

Jangan mudah tergelincir dalam saat-saat seperti ini, segala tipu muslihat dan provokasi-provokasi yang tampak atau tersembunyi dapat dilalui dengan selamat, kalau kita waspada dan bertindak sebagai patriot.

Angkatan perang Republik Indonesia lahir dik medan perjuangan kemerdekaan nasional. Ditengah-tengah dan dari revolusi rakyat dalam pergolakan membela kemerdekaan itu, karena itu angkatan perang Republik Indonesia adalah :

1. Tentara Nasional.
2. Tentara Rakyat.
3. Tentara Revolusi.

Esensinya adalah bahwa Prajurit TNI harus memiliki militansi sbb:

1. Memiliki keunggulan moral dan moril.

2. Pantang menyerah dan rela berkorban.

3. Senantiasa bersama-sama rakyat.

KENIKMATAN KOPI, "BIJI MERAH AJAIB"

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Dari setiap tiga orang di dunia, salah satunya adalah peminum kopi. Kopi memang sungguh nikmat jika diminum baik pagi hari, atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi merupakan salah satu minuman yang paling dinikmati banyak orang, yang tidak sekadar diteguk saja, namun juga dinikmati. Bisnis kopi pun telah menjadi bisnis puluhan milyar dolar, yang hanya mampu disaingi oleh bisnis minyak bumi.
Sejarah Penyebaran Kopi

Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan. Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar di Ethiopia. Lalu tanaman kopi dari sini dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15, yang terkenal menjadi Kopi Arabika. Kopi Arabika saat ini menjadi jenis kopi yang paling banyak diproduksi di dunia yaitu mencapai lebih dari 60 persen produksi kopi dunia.

Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau. Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu lahirlah kopi menurut legenda di Arab.

Pada tahun 1610, tanaman kopi pertama ditanam di daerah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari pengembangbiakan kopi pada tahun 1614. Lalu pada tahun 1616, mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman kopi yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah Jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda, tanaman ini disebar ke koloni Belanda di Amerika Tengah seperti di Suriname dan Kepulauan Karibia. Kemudian bangsa Perancis juga tertarik dengan perdagangan kopi ini. Mereka membeli bibit kopi dari Belanda lalu dikembangkan di Pulau Réunion sebelah timur Madagaskar. Namun mereka gagal mengembangkan kopi di sini. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah Pulau Martinik. Pada tahun 1800-an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii. Belakangan tanaman ini juga dikembangkan di Brasil dan daerah-daerah lainnya.
Asal Kata Kopi
Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian kata kopi yang kita kenal saat ini berasal dari bahasa Turki yaitu kahveh yang kemudian belakangan menjadi koffie dalam bahasa Belanda dan coffee dalam bahasa Inggris. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.
Awalnya kopi digunakan sebagai produk makanan. Kemudian kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Belakangan kopi digunakan juga sebagai obat. Dan saat ini kopi terkenal sebagai minuman yang cukup digemari.

Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan. Seluruh biji kopi dihancurkan, lalu ditambahkan minyak. Lalu adonan ini dibentuk berbentuk bundar dan menjadi makanan. Sampai saat ini, beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk seperti itu.

Belakangan, kopi digunakan sebagai pengganti minuman anggur. Biji kopi dibuat sebagai minuman yang mirip dengan anggur. Beberapa orang membuat minuman seperti ini dengan menuangkan air mendidih ke biji kopi yang sudah dikeringkan.

Sebagai obat, kopi dapat bermanfaat untuk mengobati migrain, sakit kepala, gangguan jantung, asma kronis dan gangguan buang air. Meski demikian, untuk konsumsi kopi berlebih bisa berakibat buruk. Jika mengkonsumsi kopi secara belebih dapat meningkatkan asam lambung, menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung. Selain itu, konsumsi kopi secara berlebih, sering dikaitkan dengan sakit maag.

Belakangan, kopi digunakan sebagai minuman yang cukup nikmat. Biji kopi dikeringkan lalu dipanggang dan digiling dalam batok. Hasilnya kemudian bisa menjadi minuman kopi yang nikmat. Belakangan ditemukan mesin penggiling biji kopi yang memudahkan produksi kopi sebagai minuman.


Berbagai Macam Kegunaan Kopi

Berbagai rasa kopi yang khas membuat sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi atau iced coffee yang manis biasanya menyegarkan. Es krim rasa kopi pun juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan dasar beberapa jenis kue rasa kopi. Dan yang paling populer adalah kopi polos dan juga kopi susu.

Namun para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi. Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya.

Biji kopi dapat bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya.

Kopi Arabika dan Kopi Robusta
Biji Kopi meski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabica menghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.

Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.

Dilema Minum Kopi 
Meski minum kopi sungguh nikmat, namun minuman ini sering memunculkan berbagai dilema. Beberapa penelitian menunjukkan bahaya dari minum kopi. Bahkan pada jaman dahulu, di Timur Tengah, kopi sempat menjadi minuman yang haram karena sering menimbulkan efek negatif. Apa saja bahaya dari kopi yang nikmat ini?

Konsumsi kopi telah dikenal begitu luas dewasa ini, dan berbagai peringatan dari para ahli telah berulang kali diungkapkan selama bertahun-tahun terhadap banyaknya bahaya yang mengancam para peminum kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penggemar kopi harus mewaspadai bahaya yang bisa timbul dari kebiasaan minum kopi mereka. Bahaya tersebut antara lain penyakit jantung, diabetes dan bahkan beberapa jenis kanker. Meski demikian, banyak orang mengabaikan peringatan ini. Mengapa?

Selama beberapa tahun belakangan ini, para peneliti telah mempublikasikan hasil penelitian mereka mengenai akibat minum kopi. Namun kesimpulan yang dibuat para peneliti ini belum sampai ke kesimpulan yang meyakinkan. Mengapa? Karena biasanya para peneliti hanya meneliti bahaya dari kafein, salah satu dari 500 kandungan kimia alami dalam secangkir kopi. Jadi sebenarnya penelitian terhadap kopi memang masih belum final dan masih jauh lebih kompleks.

Kafein yang terkandung dalam kopi memiliki efek stimulan yang cukup berbahaya. Kafein dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Kafein juga menyebabkan seseorang sulit mengendalikan emosi serta sulit berkonsentrasi. Kafein juga diindikasikan bisa memicu kanker.


Bagi para penggemar kopi, para ahli menyarankan untuk minum kopi secara wajar. Hindari minum lebih dari enam cangkir kopi dalam sehari. Bagi mereka yang mengalami gangguan jantung, gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi sebaiknya minum kopi cukup satu cangkir sehari. Untuk wanita hamil dan menyusui, sebaiknya juga minum tidak lebih dari secangkir kopi sehari. Kopi memang nikmat, namun kesehatan jauh lebih penting dibanding menikmati kopi secara berlebih. Selamat menikmati secangkir kopi Anda!